Daerah

MAN Luwu Berbagi : Tebar Kepedulian Bagi Warga Terdampak Kebakaran Di Dusun Buntu Siapa, Desa Buntu Kunyi, Kecamatan Suli Kabupaten Luwu

Jumat, 16 Oktober 2026
...

SULI, HUMAS MAN Luwu - Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Madrasah Aliyah Negeri Luwu melalui program kerja Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), MAN Luwu Berbagi, menyalurkan donasi kepada seorang warga yang terdampak musibah kebakaran rumah di Dusun Buntu Siapa, Desa Buntu Kunyi, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Donasi berasal dari hasil sumbangan sukarela dari seluruh warga madrasah, meliputi kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan murid MAN Luwu. Bantuan ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah.

Musibah kebakaran rumah tersebut terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Peristiwa ini menggerakkan keluarga besar MAN Luwu untuk menunjukkan kepedulian melalui aksi nyata dengan menggalang sumbangan sukarela dari warga madrasah.

Kepala MAN Luwu, Hj. Nurbae’ah, S.Pd.I., M.Pd., bersama guru dan murid turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan donasi sekaligus melihat kondisi warga yang terdampak. Kehadiran keluarga besar MAN Luwu tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN Luwu turut memberikan semangat dan penguatan kepada korban agar senantiasa tabah dan sabar dalam menghadapi musibah yang dialami. Beliau berharap korban tetap memiliki kekuatan dan harapan untuk bangkit serta menata kembali kehidupan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Kehadiran keluarga besar MAN Luwu diharapkan dapat memberikan semangat sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli dan siap memberikan dukungan.

Melalui program MAN Luwu Berbagi, OSIM MAN Luwu berupaya menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Partisipasi seluruh warga madrasah menunjukkan bahwa kebersamaan dan keikhlasan dalam berbagi dapat menjadi kekuatan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi murid untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal tolong-menolong, empati, dan kepedulian sosial. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan, murid diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan serta memahami pentingnya hadir dan membantu ketika orang lain mengalami kesulitan.(zedeich)


Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default
Isi Survey Kepuasan